Rabu, 16 Desember 2009

Processor 32-Bit vs 64-Bit

Windows 7 telah diluncurkan pada tanggal 22 Oktober 2009 lalu. Versi Windows ini diharapkan dapat menjadi versi yang jauh lebih baik ketimbang versi sebelumnya, Windows Vista. Menurut Microsoft, pengembangannya akan berjalan selama 3 tahun. Namun yang menarik, semua edisinya mendukung prosessor 32-bit dan 64-bit.

Apa bedanya? Apakah Windows 7 yang dijalankan di prosesor 64-bit akan bekerja dengan lebih cepat ketimbang yang bekerja di prosesor 32-bit? Apa yang terjadi jika prosesor 64-bit diinstal dengan Windows 7 edisi 32-bit atau sebaliknya? Kebingungan tentang 32-bit dan 64-bit tidak berhenti sampai di situ. Seringkali ketika men-download suatu software, kita sering dihadapkan dengan pilihan apakah akan men-download software dalam edisi 32-bit atau software dalam edisi 64-bit.

Tentang Prosesor 32-Bit dan 64-Bit

Yang dimaksud 32-bit atau 64-bit sebenarnya mengacu pada arsitektur prosesor yang merupakan kemampuan prosesor dalam melakukan pengolahan data. Kata bit disini berarti binary digit (digit biner). Digit biner merupakan digit dasar yang dikenal oleh komputer. Digit biner hanya mengenal angka 0 dan 1 (angka dasar yag digunakan untuk memproses semua data di komputer). Istilah byte mengacu pada 8 buah digit biner.

Processor 32-bit berarti processor tersebut mempunyai pengelolaan data selebar 32 digit biner (binary digit). Sedangkan untuk processor 64-bit, pengelolaan datanya lebih lebar, yakni 64 digit biner. Hal ini berpengaruh terhadap besarnya data sebesar 32 yang dapat diolah. Karena processor 32-bit hanya punya "space" sebesar 32 untuk digitnya, maka angka yang dapat diolah adalah 2^32 atau antara 0 sampai dengan 4.294.967.295. Sedangkan untuk processor 64-bit, angka yang dapat diolah adalah 2^64 atau antara 0 sampai dengan 18.446.744.073.709.551.615. Mungkin hanya para ilmuwan yang benar-benar membutuhkan angka sebesar itu. Namun tunggu dulu! Kita tidak dapat menarik kesimpulan tentang processor 32-bit dan 64-bit hanya berdasarkan hal tersebut. Hal tersebut bukanlah satu-satunya yang membedakan antara processor 32-bit dan 64-bit. 

Jumat, 27 November 2009

Perkembangan Teknologi Computer-Generated Imagery

Bagi mereka yang saat ini berusia 20-an, kemungkinan besar film-film kartun, seperti Doraemon, Crayon Shinchan, Ninja Hattori, Saint Seiya, dan Dragon Ball-Z adalah film yang menemani masa kecilnya. Sedangkan untuk generasi yang lebih tua, masa kecilnya lebih banyak didominasi oleh film-film kartun lawas, seperti He-Man, Flash Gordon, Silver Hawk, atau film animasi produksi kerja sama PPFN dan UNICEF, Si Huma.

Pada tahun 2000-an, kualitas film animasi telah jauh meningkat jika dibandingkan dengan film kartun lawas tersebut. Sebut saja Finding Nemo, Shrek, Ice Age, atau Monster, Inc. yang baik dari segi jalan cerita maupun kualitas animasi, sudah banyak jauh berbeda jika dibandingkan dengan film kartun era tahun 1990-an tersebut. Teknologi di balik animasi film tersebut disebut dengan Computer-Generated Imagery (CGI) atau dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai "pencitraan yang dihasilkan komputer).
Surrogates


Secara umum, definisi CGI adalah aplikasi komputer grafik atau lebih spesifik, komputer grafik 3D, untuk menghasilkan efek-efek khusus pada film, program televisi, iklan, simulator, dan media cetak. Hasil dari CGI ini dapat kita saksikan hampir di semua produksi film. Pada bulan September 2009, film Hollywood yang mengangkat teknologi CGI ini adalah film sains fiksi Surrogates yang dibintangi oleh Bruce Willis. Teknologi CGI nampak jelas peranannya, saat hampir menampilkan semua karakter robot surrogates, animasi robot, serta mengubah wajah Bruce Willis hingga nampak 20 tahun lebih muda dari usia sebenarnya. Film G.I. Joe, Rise of Cobra, juga salah satu film yang lebih menonjolkan teknologi CGI-nya ketimbang alur cerita.

Jumat, 20 November 2009

Android, Sistem Operasi Mobile Racikan Google


Perseteruan antara Windows dan Linux tidak hanya terjadi di PC dan server, melainkan juga telah merambah ke wilayah lain, yaitu smart phone. Sebagaimana yang terjadi di wilayah asalnya, sistem operasi smartphone lahir dalam beberapa versi atau distro. Android yang dibidani oleh Google, yang kemudian diasuh oleh Open Handset Alliance, adalah salah satu sistem operasi smartphone berbasis Linux yang paling diperhitungkan saat ini.

Pada tahun 2007 silam, beredar rumor yang menyebutkan bahwa Google akan memperkenalkan smartphone untuk menyaingi AppleiPhone. Rumor tersebut menyulut spekulasi, apakah Google akan memproduksi hardware smartphone, atau bekerja sama dengan produsen smartphone yang telah mapan atau berkonsentrasi menciptakan aplikasi smartphone untuk perangkat lain?

Setahun kemudian, spekulasi tersebut terjawab sudah. Google tidak (atau belum) berkecimpung dalam industri hardware, namun melibatkan diri dalam bisnis sistem operasi mobile dengan merilis Android. Seolah tak ingin bersaing apple to apple dengan Apple yang menciptakan sistem operasi ekslusif untuk hardware iPhone, Google memilih untuk menciptakan sistem untuk smartphone besutan produsen lain.

Dengan kata lain, tidak ada satu produsen pun yang memiliki hak ekslusif untuk menggunakan Android. Dalam hal ini, Android menempatkan diri sejajar dengan sistem operasi mobile lain, seperti Symbian dan Windows Mobile. Smartphone pertama yang menggunakan Android adalah GI yang diproduksi oleh High Tech Computer Corporation (HTC). Operator seluler pertama yang mendukung Android adalah T-Mobile di Amerika Serikat.

Senin, 16 November 2009

Penggunaan Nama dan Jabatan dalam Username PLO Lebih Efektif

Di zaman era modern seperti ini, semua hal yang berhubungan dengan dunia tulis menulis menggunakan media alat tulis tangan secara manual, sudah mampu digantikan dengan budaya paperless. Salah satunya adalah penerapan PaperLess Office (PLO) yang sudah diaplikasikan di beberapa perkantoran dan perusahaan, meskipun masih dalam tahap percobaan. Sebagai gambarannya adalah PLO di situs www.kontak.ugm.ac.id.
Sebelum mengupas lebih jauh, tentunya kita harus tahu seperti apakah paperless office yang dimaksud dalam bahasan ini? PLO merupakan suatu bentuk/cara komunikasi modern yang menitikberatkan kepada penggunaan media internet berbasis teks untuk memudahkan komunikasi dalam suatu perkantoran. Komunikasi yang dimaksudkan di sini dapat berupa surat-menyurat (baik secara internal maupun eksternal), pemberian pengumuman kepada staff, ataupun dapat juga berisi tukar pendapat antar staff dalam suatu perkantoran dalam menyelesaikan berbagai macam urusan dan topik.
Tentu saja, untuk menjaga keamanan dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan dengan kantor tersebut, harus dibuat sistem akun anggota yang baik. Akun anggota biasanya berupa sebuah username dan sebuah password terdaftar dalam database sebagai identitas diri ketika menggunakan layanan dalam sebuah PLO. Sebuah akun selalu selalu dibuat berbeda dari satu anggota dengan anggota lainnya, mulai dari username, password, serta hak akses dalam menggunakan fitur-fitur dalam suatu PLO.
Lalu, bagaimanakah cara untuk menentukan username sebagai identitas dalam PLO? apakah lebih baik menggunakan nama asli pengguna atau nama jabatan? Jika saya boleh memilih, maka saya lebih tertarik untuk menggunakan kedua-duanya. Karena saya pikir dengan menggunakan nama dan jabatan sebagai username, sudah cukup jelas untuk memberikan identitas pemilik akun tersebut. Mengingat akun tersebut adalah akun dalam suatu perkantoran yang resmi, maka hendaknya username yang diberikan tetap singkat, unik dan jelas, untuk menghindari persamaan username.
Singkat berarti username tidak perlu dibuat sesuai dengan nama panjangnya, cukup nama panggilan yang umum. Unik berarti username harus berbeda penulisannya untuk setiap akun pengguna. Jelas berarti username mudah dipahami dan dikenali secara jelas oleh user lain dalam satu lingkungan PLO.
Misalnya, suatu akun diberi username kb1_aditya, dapat direpresentasikan sebagai user Kepala Bagian I dengan nama Aditya. Kemudian stk_anto, dapat direpresentasikan sebagai Staff Karyawan dengan nama Anto. Jika ternyata ada nama pengguna yang sama dan kebetulan memiliki posisi/jabatan yang sama, maka penulisan username dapat dibedakan dengan memberi keterangan tambahan, misalnya stk_antopr, yang dapat direpresentasikan sebagai Staff Karyawan dengan nama Anto Prayitno.

Rabu, 28 Oktober 2009

Mobile Photo Printer


Berapa jumlah foto yang Anda simpan dalam komputer atau ponsel? Berapa diantaranya yang telah Anda cetak? Rasanya, separuhnya pun tidak, bukan? Selain karena “kemalasan” mendatangi tempat percetakan foto, harga yang harus ditebus untuk setiap lembar cetak foto masih cukup tinggi. Untunglah, kini telah ada teknologi baru yang memungkinkan Anda mencetak foto dengan murah dan cepat, yakni mobile photo printer.
Berbeda dengan mencetak foto menggunakan photo printer pendahulunya, teknologi anyar pencetakan foto ini tidak lagi menggunakan tinta. Karena ketiadaan tinta dengan ukuran cartridge yang cukup memakan tempatt ukuran mobile photo printer dapat diperkecil. Kata “mobile” disematkan pada perangkat ini karena beberapa printer dilengkapi dengan teknologi wireless untuk menerima perintah pencetakan.
Generasi Awal
Pada 2007, Zink (kata bentukan dari “Zero Ink” anak perusahaan Polaroid yang baru didirikan mengumumkan teknologi pencetakan tanpa tinta. Selanjutnya, bersama induknya, perusahaan ini mengembangkan printer mungil yang tidak akan mengotori baju Anda dengan bocoran tinta. Printer mungil ini diberi nama PoGo printer portabel tanpa tinta generasi pertama yang ada di pasaran.
Printer PoGo terhubung dengan kamera digital melalui seutas kabel USB, yang memungkinkan kamera dan printer terhubung langsung tanpa perantara komputer. Selain itu, printer ini juga dilengkapi dengan teknologi Bluetooth, yang memungkinkan terhubung dengan ponsel tanpa perantara kabel USB. Keduanya (ponsel dan printer) dapat diprogram untuk berkomunikasi secara wireless.

Selasa, 20 Oktober 2009

Lisensi Open Source Sebagai Alternatif Anti Pembajakan


Pernahkah Anda membajak suatu produk digital? atau bahkan sudah berapa banyak kita membajak produk orang lain yang jelas-jelas mempunyai lisensi “anti pembajakan”? Apapun jawabannya, itulah yang masih banyak terjadi di sekeliling kita. Setiap orang pasti mempunyai alasan yang berbeda-beda mengapa mereka sering melakukan pembajakan terhadap produk-produk digital seperti software, file musik, video, film, ebook, dan lain-lain. Mungkin ada sebagian orang yang mengatakan bahwa dengan membajak, semua yang kita inginkan menjadi lebih mudah didapat, murah, bahkan gratis. Sebagian lagi mengatakan bahwa produk-produk digital yang asli harganya terlalu mahal, terlebih untuk orang-orang yang mempunyai budget pas-pasan untuk membeli semua itu, toh kita juga masih bisa memiliki semuanya secara gratis dengan internet.
Akan tetapi, masih ada masalah lain yang menurut saya mungkin sering dilupakan oleh para pembajak, yaitu sudahkah mereka menghargai karya-karya yang telah mereka bajak? Inilah yang sebenarnya harus kita cermati lagi secara lebih mendalam, karena bagaimanapun juga semua itu adalah hasil karya orang lain yang dibuat dengan kerja keras yang sudah sepantasnya kita hargai. Bentuk penghargaan itu bermacam-macam, yang salah satunya yaitu dengan membeli produk aslinya dengan harga yang sudah ditetapkan pemiliknya. Meskipun itu terlalu mahal bagi kita, tetapi tentu mereka berhak menentukan berapa pun harga karya-karya yang mereka miliki.
Okelah jika kita masih belum bisa mendapatkan semua itu secara legal, tetapi bagaimana jika ada produk alternatif yang berbeda yang bisa didapatkan secara legal dengan harga murah, bahkan gratis? Jawabannya adalah Open Source. Open Source merupakan sebuah bentuk lisensi dimana kita bisa mendapatkan produk digital (seringkali software/OS) secara gratis dan kita bebas untuk mengembangkan produk tersebut sesuai keinginan kita.
Mungkin bagi sebagian orang masih bimbang untuk menggunakan produk-produk yang sifatnya Open Source, karena masih menganggap bahwa Open Source tidak berkelas tinggi dan hanya digunakan dalam skala kecil saja. Namun, bagi saya, setidaknya sampai saat ini, anggapan tersebut masih kurang tepat. Mengapa? Seperti yang sering kita ketahui, misalnya adanya sistem operasi yang berbayar dan open source, keduanya masih gencar untuk berlomba-lomba dalam menghasilkan produk yang lebih baik dari sebelumnya maupun pesaingnya. Lihat saja perjalanan salah satu sistem operasi Open Source, yaitu Linux, yang kini sudah terdiri dari banyak varian seperti Ubuntu, Knoppix, Kubuntu, Edubuntu, Fedora, dan lain-lain. Masing-masing mempunyai keunikan tersendiri yang membedakan bahkan lebih baik dari sistem operasi yang berbayar, misalnya Mac OS, Windows XP, Windows Vista, dan yang baru-baru ini muncul Windows 7.

Senin, 19 Oktober 2009

Jangan Akui Jika Tak Kenal Budaya Sendiri

Beberapa waktu yang lalu, tentu kita masih ingat gembar-gembor pengakuan sebagian seni budaya kita diklaim oleh Malaysia. Dari perebutan pulau, tari Pendet, batik, hingga aneka jenis makanan yang diklaim sebagai milik Malaysia. Tentu banyak dari kita sendiri yang setidaknya mengiyakan dan mendukung bahwa pernyataan tersebut benar, termasuk saya. Karena saya yakin mereka bisa mengatakan seperti itu bukan dari akal sehat, tetapi mereka banyak terpengaruh oleh orang-orang yang mungkin belum bisa berkepala dingin menghadapi konflik/masalah.
Terlebih sikap pemerintah yang sedikit provokatif semakin menunjukkan bahwa Indonesia meluapkan segala kemarahannya kepada negara yang bertetangga dengan kita. Padahal jika dilihat secara filosofis Indonesia dan Malaysia masih termasuk dalam satu rumpun, satu daratan, satu bahasa (Indonesia Melayu), dan ada di kawasan Asia Tenggara. Tak sedikit pula orang-orang Indonesia yang bekerja atau kuliah di Malaysia dan juga sebaliknya. Budaya yanga dimiliki Indonesia dan Malaysia juga tidak jauh berbeda.
Jujur saja, saya menulis artikel ini, setelah membaca kolom National Affairs yang ditulis oleh Amir Sidharta dalam majalah Rolling Stone Indonesia edisi bulan Oktober 2009. Pada intinya dalam artikel tersebut banyak mengulas tentang konflik kepemilikan budaya antara Indonesia dan Malaysia, yang selanjutnya membuat saya sedikit berpikir lebih realistis terhadap pandangan kebanyakan orang.
Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak suku, sehingga melahirkan banyak kebudayaan. Ini disebabkan karena Indonesia memiliki banyak pulau besar dan kecil yang berbeda etnis. Terlebih jumlah penduduk Indonesia yang termasuk dalam peringkat sepuluh dunia. Lain halnya dengan Malaysia, yang jika dilihat sekilas dalam peta dunia mempunyai wilayah yang jauh lebih sempit, sedikit suku/etnis, sedikit jumlah penduduk dibanding Indonesia, sehingga jumlah kebudayaan yang ada tidak begitu banyak.

Sabtu, 03 Oktober 2009

Plus Minus Siasat Perang Provider Indonesia

Dewasa ini jumlah pengguna telepon seluler semakin meningkat. Teknologi terbaru alat komunikasi seluler portabel memanjakan konsumennya dengan berbagai macam fitur andalan. Jangan heran jika mereka sering berganti-ganti gadget yang mereka inginkan. Selain penambahan fitur yang lebih canggih, harganya pun semakin turun untuk jenis keluaran lama. Berbagai jenis provider lokal juga semakin bervariasi menawarkan paket-paket komunikasi yang ditawarkan. Mereka saling berlomba untuk mendapatkan pelanggan secara aktif melalui berbagai media. Salah satunya yaitu promosi melalui iklan yang dipajang di berbagai media cetak dan elektronik.
Tidak jarang iklan tersebut menghipnotis pembacanya dengan kata-kata yang persuasif, menonjolkan hal-hal yang hebat dan menyembunyikan hal-hal yang sifatnya syarat atau ketentuan. Berbagai strategi sudah dilakukan masing-masing provider agar konsumennya selalu percaya atas layanan yang diberikan. Paket-paket layanan yang diberikan pun berganti-ganti setiap waktu, satu provider mengeluarkan layanan terbarunya, provider lain sudah menyiapkan seribu cara untuk ikut bersaing. Itulah beberapa strategi yang sedang dijalankan provider-provider lokal saat ini, sebut saja XL, Indosat, Telkomsel, 3, dan sebagainya.
Beberapa waktu yang lalu kami sempat mengamati sepak terjang provider-provider tersebut ketika menghadapi saat-saat sibuk telekomunikasi, yaitu hari menjelang dan sesudah Lebaran. Mengapa ? Karena di hari-hari itu semua provider pasti akan banyak menerima permintaan dari konsumen untuk melakukan hubungan komunikasi, misalnya untuk mengirim ucapan selamat Lebaran baik melalu pesan singkat (SMS), telepon, maupun jaringan internet (GPRS, 3G).
Berikut sedikit testimoni yang kami dapatkan dari masing-masing provider dari hasil riset yang telah dilakukan :

XL (www.xl.co.id)
Provider XL yang saat ini mengenakan jargon Nyambung Terus... ini merupakan provider yang sudah cukup lama menapakkan kakinya di Indonesia, yaitu sejak tahun 1996. Baru-baru ini XL merilis paket layanan terbarunya yaitu Paket XL Murah Sampe Puass, Paket Murah Berkali-Kali, Paket XL Harga CDMA, dan paket SMS. Semuanya mempunyai keunggulan tersendiri, tergantung dari pemakaian penggunanya.
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, ditemukan beberapa hal sbb :
- Iklan yang dilakukan kadang terlalu bombastis, sehingga mengesankan provider ini bersaing tidak secara positif. Bahkan pada suatu ketika pernah terjadi iklan yang dikeluarkan tidak pantas untuk ditayangkan.
- Layanan SMS cukup baik dengan menawarkan berbagai macam paket layanan yang tersedia tarif berbeda-beda untuk setiap waktu dan ketentuan tertentu. Meskipun demikian, masih terjadi delay (tunda) dan kegagalan pengiriman dalam frekuensi kecil.
- Layanan telepon sudah baik terbukti dalam masa-masa sibuk kualitas komunikasi cukup jernih. Jikalau ada gangguan komunikasi mungkin disebabkan karena sinyal yang lemah.
- Layanan internet untuk pengguna GPRS cukup baik, terbukti di masa-masa sibuk koneksi ke internet beberapa kali masih dapat terhubung dengan baik. Hanya di hari ke-3 setelah Lebaran koneksi internet sering gagal.
- Lalu lintas suara XL pada hari H Lebaran mencapai 925 juta panggilan meningkat 6 persen dibanding hari H Lebaran tahun sebelumnya sebanyak 870 juta panggilan atau dari sisi lama percakapan mencapai 630 juta menit, meningkat 40 persen dari sebelumnya hanya sekitar 450 juta menit.
- Trafik SMS tercatat 240 juta SMS, melonjak 140 persen dari 100 juta SMS tahun sebelumnya.
- Peningkatan layanan XL juga terjadi pada akses data/GPRS yang mencapai 2,44 terabytes, melonjak 328 persen dari sebelumnya hanya 0,57 terabytes.
- Secara nasional terjadi pergerakan pelanggan dari kota-kota besar ke sejumlah kota di daerah. Peningkatan trafik tertinggi terjadi di Jawa Tengah yang mencapai 68 persen, dan DI Yogyakarta 58 persen

Telkomsel (www.telkomsel.com)
Telkomsel merupakan salah satu jaringan komunikasi seluler yang paling banyak digunakan di Indonesia, sejak berdiri pada tanggal 26 Mei 1995. Untuk menjaga kedekatan dengan pelanggannya, operator seluler yang dikenal dengan produknya, seperti kartuHALO, Kartu simPATI, dan Kartu AS terus meluncurkan berbagai inovasi terbaru. Jargon yang dipakai Telkomsel saat ini adalah Begitu Dekat Begitu Nyata, slogan yang seolah-olah memanjakan konsumennya dengan hal-hal yang inovatif.
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, ditemukan beberapa hal sbb :
- Iklan yang dilakukan tidak terlalu dibesar-besarkan, tetapi masih bisa bersaing dengan yang lainnya.
- Layanan internet melalui TelkomFlash pada hari H Lebaran cukup baik dengan kecepatan rata-rata seperti pada hari-hari sebelumnya
- Telkomsel mencatat pada hari H Lebaran, jumlah SMS yang terkirim melalui jaringannya mencapai 594 juta SMS. Trafik sebanyak 594 juta SMS melonjak 65 persen dibanding layanan serupa pada hari biasa yang mencapai 360 juta SMS per hari.
- Operator dengan jumlah pelanggan terbesar di tanah air ini, sudah memiliki pelanggan sekitar 78 juta nomor.

Indosat (www.indosat.com)
Indosat merupakan salah satu provider seluler di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1967, usia yang paling tua dibanding provider lainnya. Oleh karena itu, Indosat sudah mempunyai pengalaman tersendiri di bidangnya yang membuat Indosat menjadi salah satu raja perusahaan telekomunikasi seluler Indonesia. Kini Indosat menawarkan berbagai paket layanan seperti Matrix, Mentari, IM3, dan StarOne. Semuanya memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan ketentuan yang diberikan.
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, ditemukan beberapa hal sbb :
- Iklan yang dilakukan sering melibatkan artis-artis muda, sehingga pada kenyataannya banyak anak muda yang terpengaruh untuk menggunakan provider Indosat. Bentuk iklan terkadang masih bersaing secara aktif dengan provider lainnya.
- Layanan SMS cukup baik, menurut pengamatan SMS yang dikirimkan lebih dari 90% berhasil. Akan tetapi, pada layanan tertentu delay/tunda penyampaian pesan masih terlalu tinggi.
- Layanan telepon sudah baik, terbukti pada hari H Lebaran jarang terjadi komunikasi yang buruk, dan suara yang dihasilkan jernih hingga ke pelosok daerah.
- Layanan internet baik, terbukti bahwa kegagalan koneksi selama pengamatan masih dalam taraf normal, seperti hari-hari biasanya.
- PT Indosat mengumumkan lalu lintas SMS pada Lebaran (hari H) mencapai 377,9 juta SMS, naik dibanding trafik hari biasa
- Untuk tingkat kesuksesan pengiriman SMS antar pelanggan, Indosat yang memiliki 28,9 juta pelanggan, mengklaim keberhasilannya mencapai lebih dari 91 persen.
- Kenaikan tertinggi terjadi di daerah Sumatra Selatan (32,4 persen), Sumatra Utara (22,3 persen), dan Jawa Timur (18,3 persen)

Provider 3 (www.three.co.id)
Provider ini merupakan provider yang berusia paling muda. Hadir di Indonesia sejak tahun 2007 yang merupakan layanan seluler yang diberikan oleh PT Hutchinson. Keberhasilan 3 meraih satu juta aktivasi dalam waktu tiga bulan sejak hari peluncurannya merupakan tonggak sejarah penting dalam perjalanan 3 di Indonesia.
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, ditemukan beberapa hal sbb :
- Dari sisi iklan, iklan yang selama ini dilakukan oleh provider ini tidak terlalu bombastis seperti yang dilakukan provider lainnya. Hanya mereka pernah mengundang beberapa pemain sepakbola internasional sebagai bintang iklan mereka beberapa waktu lalu, yang tentu saja membutuhkan biaya yang cukup besar.
- Layanan SMS sudah baik, bahkan dalam penggunaanya sudah bisa memberikan ratusan SMS secara gratis ke sesama operator.
- Layanan telepon juga sudah cukup baik, hanya terkadang masih sering terjadi error ketika melakukan hubungan komunikasi, meskipun sinyal yang didapat cukup kuat.
- Layanan internet juga sudah mampu memenuhi tingkat kepuasan pelanggannya serta sudah mampu bersaing dengan provider lainnya untuk jenis layanan yang sama.

Berdasarkan pengamatan dan data yang diperoleh di atas dapat diketahui bahwa tidak mudah untuk membandingkan antar satu provider dengan provider lainnya. Hal ini disebabkan karena masing-masing provider mempunyai keunikan tersendiri, misalnya adanya ketentuan/syarat yang berbeda, jenis layanan yang berbeda, serta strategi yang berbeda. Pada Lebaran 2009 ini, seluruh operator mengklaim tidak mengalami kendala berarti dalam memberikan layanan kepada konsumen. Pengiriman SMS yang pada beberapa tahun lalu sering terkendala atau baru sampai kepada penerima dalam hitungan jam bahkan pada hari berikutnya, pada tahun ini tidak terjadi lagi. Kualitas jaringan yang handal saat penyelenggaraan hari besar keagamaan itu, sebelumnya sudah diperkirakan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).
BRTI pada 14 September 2009, melakukan pengujian terhadap jaringan telekomunikasi menjelang Lebaran dengan 4 tujuan, yaitu Jakarta - Merak, Jakarta - Cirebon, Jakarta - Cianjur - Garut, dan Semarang - Yogyakarta - Solo. Berdasarkan pengujian tersebut, rata-rata tingkat keberhasilan panggil semua operator atau "Succesfull Call Ratio Rate"-nya di atas 95 persen. Hal ini membuktikan bahwa tingkat keberhasilan dalam melakukan telekomunikasi seluler di Indonesia semakin hari semakin baik dan mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.

Sumber data :
http://www.antaranews.com/berita/1253823399/jaringan-aman-operator-seluler-raup-keuntungan


Dibuat oleh kelompok 1:
1. Angga Pratama S.
2. Ninan Kara G. N.
3. Hanindito
4. Canggih Puspo W.
5. Pandu Arizona S.
6. Aditya Rizki Y.

Mengenal Kartu Blink

Beberapa tahun yang lalu, jangan coba-coba ke pasar swalayan saat menjelang lebaran. Hiruk pikuk pengunjung dan antrean yang ekstra panjang di kasir cukup untuk mendidihkan emosi kita yang sedang berpuasa. Tapi sekarang, kita tak akan menemukan antrean yang panjang lagi.
Dengan teknologi blink, pengunjung swalayan cukup mendekatkan kartu debitnya ke mesin pembaca. Tanpa proses autentikasi di server pusat seperti laiknya menggunakan kartu ATM atau kartu kredit, saldo uang yang tercatat di kartu debit langsung dipotong. Selanjutnya, pengunjung dipersilakan melenggang keluar swalayan sambil menenteng barang belanjaannya.
Transaksi Non-Fisik
Secara fisik, kartu debit berteknologi blink (selanjutnya disebut kartu blink) sama seperti kartu kredit biasa. Di sisi atas kartu, tercetak nama pemilik, nomor, serta masa berlaku kartu. Yang membedakan kartu blink dengan kartu kredit biasa adalah microchip yang tertanam di dalam kartu. Di dalam kartu blink, tertanam sebuah microchip RFID (radio frequency identification).
Pada transaksi kartu ATM atau kartu kredit, kartu digesekkan pada mesin EDC (electronic data capture) atau terminal. Melalui jaringan telepon, terminal mengirimkan permohonan transaksi kepada server pusat bank. Bila saldo mencukupi, bank akan mengeluarkan nomor konfirmasi kepada terminal sebagai persetujuan transaksi. Pada transaksi kartu blink, proses yang panjang seperti di atas sudah tidak diperlukan.
Alih-alih menggesekkannya ke mesin EDC, cukup mendekatkan kartu blink dengan terminal (mesin pembaca RFID), data-data di dalamnya (nama, nomor rekening, dan jumlah saldo) dapat langsung terbaca. Selanjutnya, saldo akan langsung dipotong sejumlah nilai transaksi. Selama proses tersebut, Anda tidak perlu melepaskan kartu dari tangan.
Kartu blink menggunakan RFID khusus yang dikembangkan berdasarkan ISO 14443. RFID ISO 14443 dirancang khusus untuk aplikasi yang melibatkan informasi sensitif, seperti nomor dan saldo rekening. Fitur-fitur ISO 14443 tersebut antara lain: chip mengirimkan data yang terenkripsi, dan jarak transmisi yang dibuat sangat pendek (kisaran 10 cm atau kurang).
Induksi
Untuk memahami bagaimana kartu blink dan terminal bekerja tanpa kontak atau non-fisik, kita harus membahasa masalah induksi terlebih dahulu. Pada tahun 1831, telah diketahui bahwa arus listrik memproduksi medan magnet. Pada waktu itu, Michael Faraday menemukan hal sebaliknya: medan magnet memproduksi arus listrik pada kabel yang melintasinya. Fenomena inilah yang dikenal dengan istilah induksi.
Dalam beberapa kasus, induksi adalah hal yang coba dihindari. Sebagai contoh, jika saluran listrik di rumah Anda terlalu dekat dengan saluran telepon, medan magnet yang dihasilkan oleh saluran listrik akan menciptakan tegangan pada saluran telepon. Tegangan inilah yang menyebabkan bunyi gemeresek (noise) yang terdengar pada percakapan telepon.
Perangkat RFID seperti kartu blink justru memanfaatkan induksi. Setiap kartu blink memiliki microchip kecil dan juga kawat melingkar. Terminal blink memancarkan medan magnet di area sekitarnya. Bila kartu blink didekatkan, kawat melingkar akan menangkap medan magnet yang dipancarkan oleh terminal tersebut, yang menyebabkan terjadinya induksi.
Tegangan yang diciptakan pada induksi tersebut akan mengalirkan daya kepada microchip. Proses penginduksian ini dikenal dengan istilah inductive copuling. Karena daya disuplai oleh terminal, teknologi blink dikenal sebagai sistem yang pasif. Ketika kartu blink mendapatkan suplai daya dari terminal, microchip akan mengirimkan informasi kepada terminal pada frekuensi 13,56 MHz.
Frekuensi ini dipilih karena memiliki ketahanan terhadap interferensi di sekitarnya, dan tingkat penyerapan yang rendah oleh jaringan tubuh manusia. Serangkaian instruksi yang tertanam di dalam microchip mengenkripsi data selama proses transmisi berlangsung.
Celah Keamanan
Setiap teknologi baru yang menawarkan kemudahan, biasanya juga menyimpan kelemahan. Transaksi kartu blink yang tidak melakukan verifikasi dengan memasukkan PIN (seperti pada kasus ATM) atau tanda tangan penggunanya (seperti pada kartu kredit) menimbulkan kekhawatiran bila kartu hilang. Siapapun bisa melakukan transaksi hanya dengan mendekatkan kartu dengan terminal blink.
Masalah lain yang mungkin timbul adalah bila dua atau lebih mesin terminal diletakkan berdekatan. Bukan hanya kedua mesin bisa membaca kartu yang sama, tetapi juga memperluas jangkauan jarak baca terminal, dari semula maksimum 10 cm menjadi 9cm. Kekhawatiran lainnya adalah kesalahan debit seseorang bila terlalu dekat dengan terminal, pada saat ada orang lain yang sedang melakukan transaksi.
Skenario terburuk yang mungkin terjadi adalah hacker yang memodifikasi terminal dan menaikkan jangkauan bacanya. Seorang hacker jahat bisa saja meletakkan terminal modifikasinya di puast-pusat keramaian dan mencuri data-data sensitif kartu blink milik orang-orang yang melintas. Bila skenario di atas benar-benar terjadi, hacker bisa menjadi pencuri uang yang lebih ditakuti ketimbang tuyul.

Informasi lebih lanjut : http://en.wikipedia.org/wiki/Smart_card http://money.howstuffworks.com/personal-finance/debt-management/blink.htm
Sumber : PC Mild Edisi 19/2009 (17 September 2009 - 7 Oktober 2009)

Rabu, 30 September 2009

Jangan Panik Hadapi Virus Komputer

Virus komputer, sebuah momok yang seringkali ditakuti oleh para pengguna komputer. Berbagai alasan mereka membenci virus komputer, diantaranya yaitu membuat komputer berjalan lambat, kehilangan data penting, hingga merusak komputer hingga nyaris tidak bisa dipakai lagi. Inilah dilema yang dihadapi oleh orang-orang awam yang tentu saja masih bingung dan panik ketika menghadapi masalah yang berhubungan dengan virus komputer.
Seperti perkembangan ilmu dan teknologi yang ada, perkembangan virus juga semakin dibuat canggih oleh pembuatnya dengan berbagai macam teknik infeksi. Virus komputer sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tingkah laku virus penyakit yang sering menyerang tubuh manusia. Misalnya saja virus influenza, dimana virus ini membuat orang menjadi demam tinggi dicampur dengan pilek. Jika tidak segera diatasi, maka virus ini akan semakin menjadi dan membuat tubuh penderita semakin drop. Virus influenza ini juga mampu menular ke tubuh orang lain melalui sentuhan maupun udara. Orang yang mempunyai daya tahan tubuh yang lemah pasti akan cepat tertular virus influenza ini.
Beberapa gejala seperti diatas dapat ditemukan pada virus komputer. Virus komputer mempunyai jenis infeksi/perusakan yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik virus itu sendiri. Misalkan saja sebuah virus perusak file system, maka akan mengakibatkan system tidak lagi berjalan dengan normal, segala aktivitas yang sedang terjadi menjadi terhambat, dan tak jarang yang menyebabkan komputer hang. Selain itu, kebanyakan virus komputer mempunyai kemampuan untuk menduplikasi diri (menyebar dengan sendirinya) melalui perantara transfer antar media penyimpanan seperti disket, flashdisk, harddisk, maupun internet. Suatu sistem komputer yang mempunyai tingkat kekebalan virus (mengidentifikasi virus) yang rendah, tentu akan mudah terserang dan menyebar dari satu tempat ke tempat yang lain.
Secara filosofis, virus komputer merupakan sebuah bahasa pemrograman yang dipaketkan menjadi sebuah aplikasi yang mampu melakukan serangan tanpa pandang bulu ke komputer korban. Virus yang mudah dikenali adalah virus yang file aplikasinya tampak terlihat dengan jelas dan mempunyai nama file dan tingkah laku file yang aneh. Misalnya ketika file tersebut diklik maka akan muncul pesan aneh dan setelah itu ada sesuatu yang tidak beres dengan proses komputer. Lain halnya dengan virus yang bagus, jenis ini file aplikasinya tidak tampak secara fisik, atau disembunyikan (hidden), sehingga korban tidak merasa curiga ketika virus ini sedang melakukan proses infeksi. Virus ini dikenal sebagai virus yang licik. Virus ini biasanya akan menempel pada file/folder yang ada di dalam media penyimpanan dengan kemampuan mampu melakukan penyerangan otomatis, tanpa campur tangan calon korban.
Saat ini sudah banyak tersedia berbagai macam program / aplikasi / antivirus yang menyediakan fasilitas scanning file yang terinfeksi. Beberapa antivirus mempunyai sifat menyembuhkan file yang terinfeksi virus dan sebagian lagi hanya mampu menghapus file yang terinfeksi virus. Jenis yang kedua ini terkadang membuat pengguna kewalahan karena mereka dengan sangat terpaksa harus kehilangan file yang terdeteksi sebagai virus berbahaya.
Menurut saya, ada beberapa hal yang harus kita lakukan sejak dini maupun ketika komputer kita telah terinfeksi sebuah virus, yaitu sebagai berikut :
1. Kenali jenis virus yang menginfeksi komputer Anda, apakah berbahaya atau tidak, Anda dapat melakukan analisa sendiri dengan melihat profil sang virus melalui Google
2. Segera tindak lanjuti apabila terjadi keanehan pada komputer Anda, misalnya Task Manager tidak bisa dibuka, banyak folder yang tidak ada isinya, tidak dapat masuk regedit, performa komputer lambat,dan sebagainya.
3. Pasang antivirus yang mudah dalam melakukan update bagi Anda sendiri, karena masing-masing orang mempunyai kesukaan yang berbeda-beda. Misalnya Anda tidak mempunyai koneksi internet yang baik, maka Anda dapat memilih antivirus yang file update-nya tidak terlalu besar.
4. Gunakan antivirus sesuai kebutuhan, jika Anda percaya pada dua antivirus, maka gunakanlah. Misalnya sebuah antivirus digunakan untuk mendeteksi secara real time virus yang sedang menginfeksi komputer melalui flashdisk/hard drive Anda, sedangkan antivirus yang lain bertugas untuk membersihkan file yang sudah terlanjur terinfeksi tersebut tanpa harus kehilangan data.
5. Jangan panik ketika tiba-tiba Anda menyadari bahwa komputer Anda terjangkiti sebuah virus. Lakukan scanning terlebih dahulu ke semua bagian hard drive Anda. Jika dirasa sudah banyak file yang terinfeksi virus, pikirkan bagaimana cara Anda untuk menyelamatkan file-file penting yang ada.
6. Jika kebetulan virus tidak terdeteksi pada sistem operasi Windows misalnya, coba lakukan analisa menggunakan sistem operasi yang lain, misalnya Ubuntu. Biasanya file virus yang tidak dapat dilihat/tersembunyi dalam Windows dapat terlihat secara jelas pada sistem operasi yang lain, sehingga Anda dpat dengan mudah melacak keberadaannya sekaligus menghapus file virus tersebut.
7. Jika memang tidak ada cara lain untuk menyelamatkan komputer Anda dari serangan virus yang membabi buta atau hanya karena Anda ingin kondisi seperti semula, jangan sungkan untuk melakukan install ulang OS. Jangan lupa back up data-data penting yang Anda simpan di dalam drive file system.
8. Langkah selanjutnya setelah Anda melakukan instalasi ulang, yaitu melakukan instalasi antivirus dengan database update terbaru. Kemudian scan seluruh drive dengan antivirus tersebut, biasanya data-data yang ada di drive lain beberapa ada yang masih terinfeksi virus.

Jumat, 11 September 2009

Sejumlah PR Di Balik Kesuksesan Facebook

Mungkin itulah pertanyaan yang pertama kali muncul dalam benak saya ketika banyak orang sudah terlanjur memiliki Facebook, sebuah situs jejaring sosial yang tengah marak di dunia maya. Ada benarnya juga bahwa kebanyakan pengguna Facebook saat ini adalah orang-orang yang setidaknya telah berpengalaman menggunakan situs serupa, yakni Friendster, yang muncul terlebih dahulu sebelum era Facebook. Tak jarang para pengguna Friendster yang kini bermigrasi ke Facebook dengan berbagai alasan, misalnya Friendster dianggap sudah tidak sesuai dengan zamannya (dianggap produk kuno), banyak teman-teman mereka yang jarang melakukan update informasi dalam Friendster karena berpindah ke Facebook, kemudahan dalam penggunaan aplikasi Facebook, serta penambahan fitur-fitur yang semakin luas yang tidak tersedia dalam Friendster. Coba kita tengok grafik pertumbuhan Facebook yang bergerak cepat dibanding layanan Friendster yang semakin menurun.
Facebook muncul pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard University. Facebook pertama kali diluncurkan untuk tujuan yang baik, yaitu sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard. Tidak lama kemudian, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook. Dalam waktu 4 bulan sejak perilisan, Facebook telah mempunyai 30 jaringan kampus. Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa. Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.
Facebook telah membius jutaan pengguna internet di seluruh belahan dunia. Tua, muda, pegawai, pejabat, bahkan calon presiden turut menikmati indahnya berada dalam alam Facebook. Umat-umat baru Facebookers telah membuat jarak berkomunikasi dan bersosialisasi antar anggota menjadi tiada batas. Menurut data statistik yang dilansir CheckFacebook.com, jumlah pengguna Facebook di Indonesia telah masuk 10 besar jumlah pengguna Facebook terbesar di dunia. Indonesia bertengger di peringkat tujuh, mengalahkan Australia, Spanyol, dan Argentina di peringkat 10. Hingga saat ini Facebook selalu menduduki Top Sites 5 besar versi Alexa.com meninggalkan Friendster yang terpaut jauh dibawahnya.Seiring dengan berjalannya waktu, meskipun Facebook diciptakan untuk manfaat yang baik, tetapi terkadang masih digunakan untuk melakukan hal-hal yang kurang pantas dilakukan di dunia maya, misalnya melakukan provokasi dan menyinggung perasaan orang lain. Salah satu contoh yang biasanya masih sering ditemui yaitu penggunaan kata-kata yang kurang sopan dalam menggunakan Facebook. Dalam riset yang sudah dilakukan minggu lalu dapat diketahui bahwa pengguna yang menggunakan kata-kata negatif lebih banyak daripada pengguna yang menggunakan kata-kata positif.
Tidak jarang juga saya temui teman-teman dalam jaringan Facebook saya baik sengaja maupun tidak sengaja terkadang menulis kata-kata yang kurang baik hanya sekedar untuk melakukan update status dan meluapkan amarah, meskipun hanya untuk bercanda kepada sesama teman. Ungkapan yang dituliskan seorang pengguna Facebook juga terkadang baik secara langsung maupun tidak langsung sering membuat perasaan orang lain tidak nyaman. Namun, semua itu tentu melanggar etika dalam berkomunikasi di dunia maya.
Masalah selanjutnya yaitu tentang kebiasaan sebagian pengguna Facebook untuk mengisi status yang sifatnya tidak penting. Status yang tidak penting menurut saya adalah adanya informasi palsu dalam keanggotaan Facebook, status/komentar yang seharusnya tidak menjadi konsumsi umum, serta hal-hal yang berhubungan dengan privasi seseorang. Misalnya saja saya pernah menjumpai status yang tertulis dalam halaman Profil seseorang bahwa dirinya sudah menikah dengan orang lain, tetapi dalam kenyataannya itu tidak benar, mungkin mereka masih hanya dalam status berpacaran atau hanya sekedar iseng. Hal-hal semacam ini tentu akan menimbulkan interpretasi kepada pihak luar mengenai kepribadian dirinya yang gemar berbohong. Contoh lain yaitu masih adanya koleksi foto yang menampilkan foto-foto yang terlalu sensitif, dalam artian mengandung privasi seseorang ataupun bertingkah seronok dalam foto tersebut. Hal tersebut tentu juga akan menimbulkan masalah pencitraan seseorang terhadap dirinya, meskipun yang dilakukan itu tidak mempunyai maksud tertentu, hanya sekedar pamer/narsis.
Adanya fasilitas grup dalam Facebook bagi saya juga masih harus dibenahi. Mengapa? Karena saya masih sering melihat begitu banyak grup-grup yang saling melecehkan atau meluapkan rasa ketidaksukaan/ketidakpuasan/kejengkelan terhadap sesuatu hal. Misalnya beberapa waktu lalu saya sempat melihat grup yang berisi sekumpulan orang yang "Anti Malaysia", mengingat baru-baru ini terjadi konflik kecil antara Indonesia dan Malaysia. Nah, inilah yang kurang sesuai bagi saya, mengapa mereka melakukan hal semacam ini dalam Facebook ? Bukankah lebih baik jika hal-hal kontroversial semacam ini dibahas dalam forum khusus saja ? Contoh yang lain yang pernah saya jumpai misalnya grup anti musik tertentu, grup anti capres maupun cawapres, grup anti klub sepakbola tertentu, dan lain-lain yang tidak mungkin saya sebutkan semuanya.
Fitur aplikasi/kuis dalam Facebook juga masih kurang sesuai dalam penggunaannya. Misalnya saya masih sering mendapati kuis-kuis dalam Facebook yang tidak mendidik dan tidak berperikemanusiaan. Contohnya kuis-kuis dengan pertanyaan semisal "Dimanakah kamu mati?", "Seberapa jelekkah diri Anda?", "Siapa nama inisial pasangan Anda", dan lain-lain. Meskipun banyak yang ditujukan untuk bercanda dan having fun di dalam Facebook, tetapi bagi saya hal-hal semacam ini tidaklah penting, sok tahu, dan sebisa mungkin saya hindari mengikuti kuis-kuis seperti itu.
Selanjutnya yaitu tentang adanya komentar-komentar intimidasi yang sering mengandung hal-hal yang menyinggungs SARA. Misalnya beberapa hari yang lalu saya mendapati teman saya yang diberi komentar oleh seseorang yang tidak dikenal mengenai intimidasi dalam hal keyakinan/agama. Dalam komentar tersebut pada intinya adalah menganggap agama yang dianutnya yang paling benar dan mengajak untuk bergabung dengan agama tersebut. Sungguh hal yang seharusnya tidak boleh terjadi karena sangat berhubungan dengan pelanggaran hak asasi manusia.
Hal negatif yang lain dari penggunaan situs jejaring sosial Facebook yaitu menyebabkan terjadinya kecanduan. Bagaimana tidak ? Saya sendiri masih sering melihat teman-teman dalam jaringan Facebook saya yang selalu online setiap waktu dengan melihat status-status terbaru mereka setiap menit dan melalui fitur chatting yang tersedia. Tampaknya Facebook sudah menjadi makanan sehari-hari yang tidak membosankan, hingga tidak jarang yang lupa waktu dan menyia-nyiakan waktu karenanya. Pernah juga saya membaca berita di internet bahwa telah terjadi seseorang yang dipecat hanya karena kecolongan online di Facebook ketika bekerja dan melakukan cuti. Bahkan baru-baru ini ada yang masuk penjara karena tertangkap tangan melakukan penipuan melalui Facebook, mengirim ancaman pembunuhan melalui Facebook, dan melakukan intimidasi yang merugikan orang lain atas hal-hal yang belum terbukti kebenarannya. Terbukti bahwa Facebook telah mampu menjadi sarana untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri dan merugikan banyak orang.
Di balik semua hal-hal negatif yang sudah saya paparkan beberapa di atas, sebenarnya banyak sekali manfaat positif dari penggunaan Facebook, diantaranya penyampaian informasi yang begitu cepat mengenai suatu hal, mempertemukan teman-teman/kerabat/saudara yang sudah lama tidak menjalin komunikasi (silaturahmi), sebagai media melakukan ucapan selamat terhadap suatu perayaan (ulang tahun, pernikahan, kelulusan), sebagai media menyampaikan ucapan terima kasih dan minta maaf, serta sebagai media invitation (undangan) atau promosi terhadap suatu kegiatan. Salah satu contohnya yaitu beberapa hari lalu telah terjadi gempa bumi di Tasikmalaya, maka seketika itu orang-orang yang mendengar adanya berita itu langsung mengisi status yang berisi tentang kejadian tersebut. Lalu sebagian orang saling memberikan informasi yang lebih akurat, kompleks, dan saling melengkapi. Tentu saja informasi ini sangatlah penting untuk diketahui oleh siapapun dan dimanapun seseorang berada dan ini benar-benar pernah saya rasakan.
Lalu bagaimana untuk menghindari ataupun mengurangi hal-hal negatif yang ada dan berusaha meningkatkan hal-hal yang positif? Bagi saya, kuncinya adalah berpikir positif. Apapun masalahnya, jika kita berani berpikir positif dalam segala hal maka semuanya akan menjadi baik bagi kita. Mungkin ada ungkapan bahwa sesuatu yang baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain. Akan tetapi, alangkah baiknya jika kita juga menyadari semua itu berdasarkan hati nurani kita dan perasaan orang lain, dalam hal ini teman-teman yang ada dalam jaringan pertemanan kita di Facebook. Jika itu masih kurang, maka sudah selayaknya jika aturan main dalam penggunaan Facebook dibatasi sesuai dengan norma dan etika komunikasi seperti halnya di dunia nyata. Seseorang yang bersalah dan merugikan orang lain sudah seharusnya mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai kondisi hukum pelanggaran informasi dan komunikasi yang diberlakukan.
Oleh karena itu, apabila muncul pertanyaan apakah Facebook dipertahankan atau lebih baik dibinasakan, maka saya lebih memilih untuk dipertahankan dengan membuat regulasi baru yang dapat menjamin pemakaian Facebook tanpa terlalu banyak melanggar etika yang ada. Inilah tugas arsitektur situs Facebook untuk kedepannya agar tercipta masyarakat dunia maya yang dinamis dan selalu berpikir positif setiap saat. Itulah sedikit banyak ulasan yang dapat penulis sampaikan secara maksimal melalui artikel kali ini. Semua ditulis berdasarkan cara pandang penulis secara subjektif dan sesuai dengan pengalaman penulis dalam mengikuti gegap gempita dunia Facebook.
Tetap update status Anda dan tetap berpikir positif, Facebooker....


Jumat, 04 September 2009

Menambang Data Berharga dalam Laptop Axioo Centaur

Mungkin ada yang masih bingung tentang makna “menambang data” dalam judul artikel di atas. Seolah-olah arti kata “menambang” sama halnya dengan menambang emas atau bahan-bahan galian bumi lainnya. Akan tetapi, makna tersebut sebenarnya memang mempunyai maksud yang mirip. Kita tahu bahwa data/informasi yang kita miliki saat ini begitu berharga tanpa kita sadari, karena dengan data dan informasi yang kompleks akan menghasilkan sesuatu yang mendekati sempurna. Bayangkan apabila kita mempunyai sebuah file tugas kuliah yang telah selesai dikerjakan dan dikumpulkan ke pengajar kita. Tiba-tiba ada pengumuman yang menyatakan bahwa karena suatu hal, semua mahasiswa diminta untuk mengirim kembali file tersebut. Di lain sisi, kita lupa atau bahkan malah membuang file tersebut karena mengira telah mengumpulkan tigas tersebut dengan lancar. Untuk mengatasi hal tersebut, maka mau tidak mau kita harus menulis ulang dari awal tugas kita. Itu baru sebatas tugas kuliah yang tak seberapa, bayangkan jika itu adalah file skripsi dan file tersebut hilang karena terhapus atau terkena virus, sedangkan kita lupa untuk mem-backup data tersebut. Tentu semua orang akan dibuat frustasi bukan? Disinilah pentingnya sebuah data/informasi untuk ditambang (diamankan), agar ketika suatu waktu masih dibutuhkan, kita masih punya penggantinya.
Di artikel sebelumnya tentang “Membedah Isi Data Storage Laptopku”, saya sudah memaparkan secara umum mengenai isi media penyimpanan (harddisk) yang ada dalam laptop saya. Untuk kali ini, saya akan mencoba untuk menceritakan semuanya lebih dalam lagi. Saya akan menggali informasi-informasi apa saja yang ada di dalamnya sehingga membuat saya sangat menghargai nilai sebuah informasi/data/file yang saya miliki. Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “karakter seseorang itu akan terlihat seperti hal-hal yang dimiliki/dikoleksi”. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya akan mencoba untuk mengupas fakta-fakta apa saja yang sesungguhnya terdapat di dalam media penyimpanan laptop saya secara jelas.

Lebih Jauh tentang Isi Data Storage, "Music is My Life"
Seperti yang sudah pernah saya paparkan sebelumnya, yaitu bahwa kebanyakan file yang tersimpan di dalam data storage laptop saya adalah file-file hiburan (multimedia). Saya adalah tipe orang yang sangat menyukai musik, sehingga di dalamnya ada banyak file-file multimedia yang berhubungan dengan musik, dari file lagu mp3, video konser musik, video klip musik, serta file notasi musik guitar pro. File-file notasi musik guitar pro yang saya miliki jumlahnya sangat banyak, hampir semua lagu ada di dalam database yang saya miliki, mengingat kegemaran saya mendengarkan musik dan terus berlatih bermain gitar dengan bantuan software Guitar Pro 5, sebuah program pemutar notasi musik yang sangat saya sukai. Semua file musik tersebut jika diakumulasi secara keseluruhan, maka akan diperoleh kapasitas penyimpanan hingga 70% dari seluruh kapasitas harddisk yang ada. Tidak jarang saya melakukan penyimpanan ke media keping DVD atas file-file yang mungkin jarang diputar atau dirasa sudah terlalu memenuhi kapasitas storage.
Selain itu, beberapa koleksi film yang belum sempat saya tonton juga memenuhi sisa kapasitas storage yang ada. Film-film yang saya miliki biasanya dapatkan dari hasil mengunduh (download) sendiri dari internet. Kebanyakan film yang saya sukai adalah film-film berbahasa Inggris dan beberapa film Indonesia yang mendidik. Kadangkala setelah menyaksikan film-film tersebut secara tuntas, selanjutnya saya akan menghapus film tersebut dan diganti dengan film yang baru dari hasil unduhan. Akan tetapi, jika film tersebut disayangkan untuk dihapus, maka saya akan menyimpannya ke dalam keping dvd yang mampu memuat 4-5 file film, masing-masing dengan ukuran kurang lebih 700 MB.
Situs yang sering saya kunjungi 50% situs luar dan 50% situs lokal. Situs luar yang sering dikunjungi adalah situs-situs jejaring sosial seperti Facebook dan Plurk, hampir tiap hari selalu saya buka. Sedangkan untuk situs lokal lebih banyak ke situs langganan yang menyediakan download gratis dan beberapa forum lokal. Sisanya saya gunakan untuk melihat berita terbaru dalam negeri, mencari bahan-bahan kuliah, dan masuk ke situs hiburan lainnya.
Untuk file-file yang sifatnya akademis saya tempatkan ke dalam drive khusus. Jenis file-file yang dimuat kebanyakan berbentuk file dokumen seperti MS Word, ebook pdf, beberapa source code bahasa pemrograman, dan file aplikasi yang sifatnya akademis. Semua file tersebut meliputi bahan-bahan, tugas-tugas kuliah, laporan praktikum, dan laporan project (tugas akhir mata kuliah). Saya biasanya mengelompokkan file-file tersebut dalam folder berdasarkan tingkat semester kemudian nama mata kuliah yang diambil secara konsisten. Bagi saya, file-file yang sifatnya akademis, terutama file-file kuliah, sangat penting untuk disimpan dan dijaga selamanya. Oleh karena itu, setiap satu semester sekali saya tak segan untuk membuat back-up data-data yang ada dalam satu semester terakhir ke dalam sebuah keping CD.


File-file koleksi ebook akademis yang ada saya tempatkan menurut folder-folder yang tampak sebagai berikut :


Mungkin karena saya sangat menyukai kerapian dan keteraturan, maka sebisa mungkin saya mengatur database file yang ada sebaik mungkin agar tidak terjadi kebingungan. Misalnya dengan membagi ke dalam beberapa subfolder untuk kategori tertentu. Penamaan file dan folder juga terkadang diperhatikan untuk memudahkan pencarian file yang terkait. Misalnya beberapa file musik saya tempatkan ke dalam sebuah folder yang dinamai berdasarkan nama album dan nama artisnya. Kemudian beberapa folder yang ada tersebut dikumpulkan menurut tipe musiknya, misalnya kumpulan lagu Indonesia, kumpulan lagu Barat, kumpulan OST, kumpulan Lagu Kenangan, kumpulan Lagu Nasional, dll. Bagi saya penamaan yang baik adalah penamaan yang mudah dimengerti maksudnya, tidak mempedulikan apakah menggunakan penamaan yang panjang atau pendek. Jika kita bisa memperpendek penamaan dan mudah dimengerti langsung oleh kita, kenapa tidak?

Manajemen Email
Untuk masalah satu ini, saya menyiasatinya dengan menggunakan aplikasi manajemen email yang sifatnya freeware yaitu Mozilla Thunderbird. Aplikasi manajemen email ini ternyata sangat membantu saya dalam hal mengatur banyaknya email yang masuk, dikarenakan email yang saya punya ada empat. Keempat alamat email tersebut digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Dengan aplikasi semacam itu, email yang masuk dapat didownload secara otomatis dan dapat diatur secara offline. Misalnya ada email-email yang tidak penting, maka ketika saya membuka aplikasi tersebut akan langsung saya hapus. Minimal seminggu sekali saya menggunakan aplikasi tersebut untuk mengecek email yang ada dalam inbox saya.

Tentu masih ada banyak hal yang masih harus dibenahi yang kadang-kadang saya sendiri masih ceroboh dan acuh. Misalnya ketika ada suatu file baru yang masih bingung akan ditempatkan di bagian mana, maka tanpa pikir panjang akan langsung saya masukkan ke dalam folder My Documents terlebih dahulu.
Kira-kira itu sedikit yang bisa saya sampaikan mengenai karakteristik diri saya dilihat dari isi data storage dan bagaimana saya mengelola itu semua. Selanjutnya Anda sudah dapat menebak-nebak sendiri bagaimana kepribadian saya yang sebenarnya, karena karakter seseorang yang sesungguhnya itu dinilai dari pandangan kebanyakan orang lain. Semoga bermanfaat...
:D

ditulis oleh :
Aditya Rizki Yudiantika (33045)

Sabtu, 29 Agustus 2009

Berkenalan dengan Fabric PC, Notebook Masa Depan


Coba bayangkan ketika suatu saat Anda berjalan ke kampus dengan menenteng sebuah notebook ekstra tipis berbalut kain. Anda berjalan dengan santai dan mengayun-ayunkannya ke depan dan ke belakang. Tiba-tiba, notebook yang berbobot kurang dari setengah kilo tersebut jatuh di selasar kampus, dan terinjak! Tanpa rasa khawatir, Anda memungutnya, membersihkan casing notebook dengan menepuk-nepuknya, dan kemudian kembali berjalan menuju ruang kuliah.
Begitu tiba di kelas, Anda membuka notebook tersebut, menyalakannya, dan membuka file-file perkuliahan hari itu. Cerita di atas bukanlah cerita fiksi sains karena Fujitsu Inc. sudah mempersiapkan prototipe notebook di atas dengan nama Fabric PC. Alih-alih dibalut casing berbahan logam, plastik atau fiber seperti sekarang, notebook besutan Fujitsu tersebut dibungkus casing berbahan kain yang kuat, namun lunak.
Demikian pula dengan monitornya yang fleksibel, bisa dilengkungkan tanpa takut patah atau pecah laiknya kertas yang dilaminating. Diperkirakan dalam dua hingga sepuluh tahun ke depan, notebook kain yang diprediksi akan menggantikan binder note dan buku agenda ini sudah bisa dipasarkan. Sebenarnya, komponen pembentuk kain ini sudah bisa kita temukan di pasar.
Komponen Fabric PC
Pada dasarnya, notebook yang ada sekarang terdiri dari banyak komponen individual yang dirakit dan dikemas dalam sebuah casing yang kaku. Tidak hanya casing, jeroan notebook tradisional juga berukuran besar dan kaku. Katakanlah layar atau monitor yang merupakan komponen terbesar dalam sebuah notebook. Disusul oleh hardisk optical drive, dan baterai, yang masuk ke dalam daftar komponen berbadan bongsor.
Lantas, komponen seperti apakah yang ditanamkan dalam Fabric PC sehingga membedakannya dari notebook tipe yang ada sekarang ini? Paling tidak ada tiga komponen utama dalam desain Fabric PC yang memungkinkannya berbeda dengan notebook tradisional. Pertama, monitor tidak lagi menggunakan LCD yang tebal dan kaku, melainkan e-paper yang tipis dan lentur.
Kedua, penggunaan casing berbahan kain yang kuat namun lunak, menggantikan casing berbahan metal, plastik, atau fiber yang kaku. Komponen-komponen individual disalamnya mungkin tetap kaku seperti yang ada sekarang, namun dirakit dalam kemasan yang lembut. Bayangkan kancing, emblem, dan aksesoris yang lain terbuat dari plastik atau logam yang dijahit di atas kain yang berbahan jeans atau beludru.
Yang terakhir, pemilihan komponen-komponen individual yang sekecil dan seringan mungkin. Selain itu, komponen-komponen yang tidak esensial akan ditinggalkan. Pendekatan minimalis pada desain komputer ini telah ada, dan menjadi tren belakangan (ingat notebook dan mini PC). Sebagai contoh, penggunaan solid state drive (SSD) yang lebih kecil dan ringan menggantikan harddisk yang besar dan berat.
Sama dengan sebagian besar netbook yang ada sekarang, optical drive tidak lagi digunakan mengingat kecepatan download file secara wireless sudah relatif cepat. Selain itu, penggunaan e-paper sebagai monitor akan menekan kebutuhan daya sehingga ukuran baterai akan menjadi target penyusutan ukuran selanjutnya. Seperti yang disebutkan di atas, semua komponen tersebut sudah bisa kita temukan di pasar.
E-paper
Layar yang tipis dan lentur adalah komponen kunci dari desain Fabric PC. Teknologi e-peper telah dirintis sejak 1970-an oleh Nick Sheridan dari Xerox Palo Alto Research Center., dan terus berkembang sejak saat itu. Sekarang, terdapat beberapa variasi implementasi dari konsep dasar e-paper. Salah satu contoh implementasi teknologi e-paper adalah e-ink yang dikembangkan oleh E Ink Corporation.
Salah satu jenis e-paper ini dibuat dari sejenis plastik yang sangat tipis, yang memiliki jutaan pori-pori mengandung mikrokapsul, dan terhubung dengan perangkat mikroelektronika uang dilekatkan pada sisi-sisi lembar plastik tersebut. Perangkat mikroelektronika ini mengatur mikrokapsul agar bermuatan positif atau negatif, yang akan menimbulkan warna tertentu.
Sebagai ilustrasi, jutaan mikrokapsul ibarat sebuah bola pantai yang besar dan transparan. Setiap bola pantai diisi dengan ratusan bola pingpong yang kecil. Bola pantai ini tidak diisi udara, melainkan cairan berwarna biru. Bila diperhatikan dari atas, Anda akan menyaksikan bola-bola ping-pong mengambang menutupi permukaan bola pantai, yang menjadikannya terlihat berwarna putih.
Namun bila diperhatikan dari bawah, warna birulah yang terlihat dari bola ini. Sekarang, jika bola-bola pantai ini disusun di sebuah lapangan, dan bola-bola pingpong bergerak-gerak antara sisi atas dan bawah, Anda akan menyaksikan perubahan warna dari susunan bola-bola pantai tersebut. Dalam kenyataannya, mikrokapsul ini hanya berukuran 100 micron (1/10.000 cm).
Satu inci e-paper dapat dipenuhi oleh kurang lebih 100.000 mikrokapsul. Dalam setiap mikrokapsul tersebut terdapat ratusan chip kecil yang berpigmen. Ketika muatan listrik dihantarkan dalam mikrokapsul tersebut, chip-chip yang berada di dalamnya akan mengambang ke permukaan atau tenggelam ke dasar mikrokapsul. Timbul dan tenggelamnya chip inilah yang membentuk gambar pada e-paper.

sumber : PC Mild edisi 18 - 31 Agustus 2009

Kamis, 27 Agustus 2009

Membedah Isi Data Storage Laptopku

Komputer merupakan sebuah piranti multimedia yang mampu melakukan banyak tugas dan fungsi. Sebuah komputer dapat melakukan pengolahan bit-bit data yang jumlahnya sangat banyak dalam waktu yang begitu cepat dan akurat. Mungkin banyak diantara para pengguna komputer dalam kehidupan sehari-hari tidak menyadari bahwa ketika pengguna memberikan perintah tertentu kepada sebuah komputer melalui alat input (misalnya keyboard) untuk menuliskan sebuah karakter agar tertampil di layar output ternyata membutuhkan proses yang begitu rumit.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang terus berlanjut, kemampuan sebuah sistem komputer semakin hari semakin meningkat. Hal ini dapat diketahui dari sejarah munculnya komputer itu sendiri dari sebuah komputer yang berukuran besar, proses yang lambat, dan minim fitur, kini menjadi sebuah komputer yang ukurannya jauh lebih kecil, proses yang cepat, dan kaya fitur. Dalam sistem komputer, sebuah input (masukan) akan diproses terlebih dahulu agar dapat menghasilkan output (keluaran) yang sempurna. Untuk menghasilkan output yang maksimal, sebuah komputer harus mempunyai kebutuhan sistem yang memadai, baik dari sisi hardware (perangkat keras) maupun software (perangkat lunak).
Saat ini saya menggunakan laptop berjenis Axioo Centaur MLG712 berukuran 14 inci yang sudah berumur kurang lebih dua tahun sejak pertama kali membeli. Laptop saya ini mempunyai memory RAM sebesar 1 GB dengan kapasitas harddisk sebanyak 120 GB. Sebenarnya memory yang ada di dalam laptop saya masih dapat dilakukan upgrade menjadi 2 GB, karena kebetulan tipe RAM laptop saya adalah DDR2 (mempunyai 2 slot memory). Mungkin suatu saat nanti jika saya benar-benar membutuhkan dan ada kesempatan, saya akan mencoba untuk melakukan upgrade RAM menjadi 2 GB. Memory sebesar 1GB saya rasa sudah cukup untuk melakukan berbagai aktivitas yang saya lakukan dengan laptop ini, meskipun kadang-kadang masih terasa berat jika digunakan untuk aktivitas yang banyak secara bersamaan. Selain besarnya memori RAM, faktor lain yang menentukan kecepatan sistem komputer adalah besarnya clock. Untuk laptop saya, besarnya clock ini mencapai 1,73 GHz.
Dengan kapasitas harddisk yang mencapai 120 GB, saya memilih untuk membagi hardisk tersebut menjadi beberapa drive. Hal itu saya lakukan untuk mempermudah dalam melakukan manajemen file secara teratur. Saat ini saya membagi hardisk saya ke dalam 5 drive, yaitu drive C: (30 GB /TFS) untuk menempatkan file system dan aplikasi Windows XP beserta data My Documents; drive D: (30 GB / FAT) untuk menyimpan file musik terbaru dan video klip/konser; drive E: (30 GB / FAT) untuk menyimpan file musik lama, film, master software, dan gambar/foto; drive F: (15 GB / FAT) untuk data kuliah dan file guitar pro; dan sisanya untuk file system Ubuntu 9.04 (15 GB / EXT4). Kebetulan saya menggunakan dua sistem operasi dalam satu laptop yang telah saya setting sebagai dual boot, yaitu Windows XP Professional SP3 (genuine/asli) dan Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope (open source). Memang tidak bisa saya pungkiri bahwa kebanyakan software yang saya gunakan dalam Windows XP adalah bajakan. Akan tetapi, hal tersebut semata-mata saya gunakan untuk belajar lebih banyak tentang dunia teknologi informasi dan komputer, bukan untuk tujuan komersil. Begitu juga dengan file-file multimedia yang saya miliki, hanya untuk koleksi pribadi. Berikut gambaran umum jumlah kapasitas hardisk yang masih tersisa pada masing-masing drive :
Setelah saya hitung dengan bantuan fasilitas Disk Space Explorer pada Tune Up Utilities 2009, ternyata jumlah keseluruhan file dalam harddisk berjumlah sekitar 382.226 file. Hasil tersebut merupakan file yang terbaca (hasil scan) pada sistem Windows XP. Sedangkan apabila jumlah file yang tersimpan dalam sistem operasi Ubuntu 9.04 ikut dihitung, maka jumlah file-nya akan lebih dari itu.
Data multimedia yang paling banyak saya koleksi adalah file musik digital MP3 (keseluruhan sekitar 37GB), karena saya sangat menyukai musik, sisanya ada video klip, video konser, dan film-film yang belum sempat saya tonton. Semakin bertambahnya data yang saya miliki, lama kelamaan dengan kapasitas sebanyak 120 GB, saya terkadang masih kurang. Disamping itu, saya juga masih sering mengoleksi berbagai jenis file musik digital yang setiap hari selalu ada yang baru. Terlebih dengan adanya koneksi internet di kost yang mendukung untuk melakukan download file apapun yang saya inginkan. Padahal, ketika saya masih duduk di bangku SMP, kapasitas harddisk komputer sebanyak 10GB sudah dikatakan begitu besar. Terlebih lagi harga media data storage kian hari semakin murah dan terjangkau dengan menawarkan kapasitas yang semakin besar. Beberapa waktu lalu, saya melihat pameran komputer dimana sudah banyak laptop yang mempunyai kapasitas harddisk mencapai 320GB. Inilah salah satu kehebatan teknologi, semakin hari harga jual produk lama semakin murah dan produk baru yang ditawarkan selalu lebih hebat dari produk/generasi sebelumnya. Berikut statistik jumlah, ukuran, dan persentase data yang tersimpan dalam seluruh hardisk berdasarkan tipe datanya :
File-file data digital yang ada dalam hardisk laptop saya tentu mempunyai tipe file yang berbeda-beda.Saya mengatur semua itu dengan mengelompokkan semua file tersebut menurut kategori tertentu. Misalnya dalam hardisk saya terdapat kumpulan file musik yang terbagi atas kumpulan Lagu Indonesia Terbaru, Lagu Indonesia Lama, Lagu Barat Terbaru, Lagu Barat Lama, File MIDI, Lagu Kenangan, dan Lagu Nasional. Kemudian, ada juga kumpulan file-file kuliah dari semester awal hingga semester terakhir yang saya kelompokkan menurut tingkat semester dan nama mata kuliah yang diambil. Begitu juga dengan file foto dan gambar yang saya kelompokkan berdasarkan tanggal pengambilan (untuk foto) dan jenis gambar (untuk gambar bitmap). Untuk file-file yang masih baru dan berukuran kecil, misalnya file hasil download atau data aplikasi yang belum selesai diedit atau masih bingung akan ditempatkan dimana file-file tersebut, maka saya menggunakan My Documents untuk sementara waktu. Jika ada waktu luang tentu akan saya sempatkan untuk mengatur kembali penyimpanan file tersebut sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Semua kategori dan kumpulan file saya pisahkan dengan membuat folder dan subfolder sesuai dengan kategorinya masing-masing dengan penamaan yang sesuai dan mudah dikenali. Langah tersebut saya lakukan untuk memudahkan saya ketika ingin mencari file/data yang saya inginkan tanpa harus dipusingkan dengan mencari satu per satu isi hardisk secara keseluruhan. Jikalau saya lupa dimana letak suatu file yang saya inginkan, saya terpaksa harus menggunakan fasilitas Search yang ada di dalam sistem operasi yang saya gunakan.
Bagi saya, semua data yang ada di dalam laptop saya adalah file-file yang penting, meskipun tidak semuanya. Terkadang saya sangat menyayangkan ketika ada beberapa data yang hilang atau terhapus, karena khawatir jika pada suatu saat masih dibutuhkan. Untuk menghindari itu semua, cara yang sering dilakukan untuk melindungi data-data yang sangat penting yaitu dengan melakukan duplikasi (back up) data. Artinya kita membuat salinan data-data yang penting tersebut untuk disimpan dalam media penyimpanan lain yang terpisah dan aman. Selain itu, fungsi dari back up data yaitu untuk menampung file yang "over loaded", artinya file-file yang jarang dibuka atau digunakan tetapi suatu saat masih diperlukan, sehingga tidak menghabiskan kapasitas isi hardisk. Seperti yang sering saya lakukan yaitu dengan melakukan back up data menggunakan keping CD atau DVD. Data yang sering saya back up adalah file koleksi musik yang jarang diputar, beberapa film yang belum sempat ditonton, serta kumpulan berbagai macam software (master). Akan tetapi, jika memang data-data tersebut sudah terlanjur terhapus (terformat), maka sekarang sudah banyak dijumpai software komersil maupun non komersil yang mampu mengembalikan data-data yang sudah terhapus, meskipun sudah terformat sekalipun. Back up data juga diperlukan seseorang untuk menyelamatkan data-data penting ketika seseorang akan melakukan perbaikan sistem (instalasi ulang) yang memanfaatkan pembagian partisi. Jadi, untuk mencegah kehilangan data atau hal-hal yang tidak terduga sebelumnya, maka tidak ada salahnya data yang dianggap penting diduplikasikan (digandakan/back up) terlebih dahulu.
Dari uraian-uraian tentang gambaran isi laptop saya di atas, dapat diketahui beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga agar suatu data mudah untuk dicari dan tersimpan aman. Agar suatu data dapat ditentukan lokasinya dalam suatu gudang data yang besar, maka jalur yang dituju untuk pencarian data tersebut harus jelas. Misalnya dengan penamaan kategori informasi folder yang tepat, terurut, dan konsisten akan menghasilkan jalur pencarian data yang mudah untuk dipahami, tanpa memerlukan informasi yang berbelit-belit. Kemudian untuk menjaga agar data yang tersimpan tetap aman dan awet, maka dapat dilakukan dengan cara melakukan duplikasi data, yaitu dengan melakukan back up data ke media penyimpanan yang terpisah. Back up data dimanfaatkan terutama untuk data-data penting. Tentu masih ada banyak hal yang masih harus dibenahi dalam penataan isi harddisk dalam laptop saya. Hal ini sangat berkaitan dengan teknik pengelolaan data (data mining) dan gudang data (data warehousing).

ditulis oleh :
Aditya Rizki Yudiantika
07/252677/TK/33945

Senin, 24 Agustus 2009

Harapan Setinggi Langit untuk Ibu Pertiwi

Indonesia, itulah nama negeriku. Negeri tempat dimana aku dilahirkan, dibesarkan, dan menemukan jati diri sebagai warga negara. Aku bangga menjadi bangsa Indonesia. Merah putih adalah benderamu, negeri kepulauan yang kaya budaya dan sumber daya. Dengan burung garuda sebagai lambang negara, menyiratkan agar bangsa ini tetap kuat dan kokoh menurut nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi tantangan yang ada.
Sudah 64 tahun yang lalu naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Bung Karno, sang Presiden Indonesia yang pertama. Indonesia semakin hari semakin berkembang sejak penjajahan berakhir. Kondisi ekonomi semakin membaik dan masyarakat semakin sejahtera hingga di pertengahan tahun 90-an ketika dipimpin oleh Presiden Soeharto. Masa Reformasi adalah masa berikutnya dimana banyak terjadi ketimpangan ekonomi karena banyak pekerja yang di-PHK, munculnya gerakan separatis, kondisi politik yang carut marut, dan kesejahteraan masyarakat semakin memburuk hingga saat ini.
Aku sangat ingin negeriku ini damai dan sejahtera kembali. Tidak ada teror bom dimana-mana, kemiskinan semakin sedikit, berbagai bencana dan penyakit dapat diatasi dengan baik, serta budaya untuk selalu hormat-menghormati antar sesama warga negara tanpa melihat strata/jabatan, keyakinan, dan, kultur.
Aku benar-benar tak menyangka akhir-akhir ini lagi-lagi terjadi teror bom. Sepertinya ini adalah pembalasan atas teman-teman mereka yang telah ditangkap sebagai tersangka dalam aksi-aksi pemboman sebelumnya. Mereka ingin membuktikan diri bahwa mereka masih ada dan masih survive. Di lain sisi mereka ingin berjihad sebagai langkah halal untuk menghancurkan setiap perbedaan yang mereka rasakan. Entah itu karena perbedaan keyakinan ataupun hanya sekedar perasaan tidak suka yang begitu mendalam. Sungguh betapa miris ketika aku mendengar hal itu karena sebuah perbedaan. Mungkin inilah salah satu corak perpecahan di antara warga negara yang tidak setuju dengan satu golongan tertentu. Akan tetapi, apakah cara yang mereka sudah tepat dengan membunuh sedikit demi sedikit orang yang tak pernah bersalah kepada mereka ? Semua orang itu punya hak asasi manusi untuk memilih sesuatu yang mereka anggap benar selama tidak merugikan kepentingan lain. Mudah-mudahan dengan tertangkapnya satu per satu dari mereka, semakin hari mereka semakin kapok dan berkurang dominasi mereka.
Kemiskinan di mana-mana sungguh tak dapat terelakkan lagi. Di berbagai sudut kota, sering aku melihat banyak anak jalanan yang mengadu nasib tanpa mengenyam pendidikan sedikit pun. Pengamen jalanan yang terus dan terus bermunculan. Juga peminta-minta yang mendatangi rumah-rumah sudah terlalu banyak. Memang mereka membutuhkan dukungan finansial untuk bertahan hidup, tetapi apakah hanya cara itu yang jadi solusi. Jikapun itu benar suatu saat nanti akan banyak generasi yang terlahir untuk jadi generasi pemalas yang tak punya keahlian dan keterampilan. Kemiskinan memang sangat erat dengan pendidikan. Meskipun pemerintah telah menggratiskan biaya pendidikan, tetapi itu masih kurang, karena jumlah orang-orang miskin di banyak pelosok mungkin tidak kebagian pendidikan gratis itu. Ini semua mungkin tugas semua warga negara termasuk pemerintah untuk membantu mereka yang terkena imbas kesenjangan sosial, mungkin dengan cara pendidikan gratis yang merata, pelatihan ketrampilan bagi mereka yang menginginkan dan membutuhkan, penambahan lapangan kerja, serta penyesuaian standar gaji untuk pekerja. Suatu saatnya nanti mungkin rakyat akan merasakan kesejahteraan itu kembali, menjadi bangsa yang maju dari segi perekonomian bangsa dan pemerataan kesejahteraan rakyat.
Banyak kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah di negeriku semakin memprihatinkan. Ini semua terjadi tak lepas dari kesadaran kita sebagai penghuni bumi untuk selalu menjaga lingkungan dan menghormati lingkungan, meskipun kita tak tahu kapan sebuah bencana alam itu datang. Alangkah indahnya jika kita bersama-sama untuk peduli lingkungan di sekitar kita. Ramahlah dengan lingkungan dengan tidak menggunakan barang-barang yang banyak mengotori lingkungan. Janganlah menebang hutan sembarangan, sisakan sebagian sebagai penangkal bencana, karena bagaimanapun juga kehidupan ini harus seimbang baik untuk alam dan manusia.
Kini saatnya kita sebagai bangsa Indonesia berbenah diri untuk selalu melihat permasalahan yang ada secara jernih. Kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang menghargai perbedaan, bangsa yang berdaulat, dan bangsa yang bangga dengan segala perbedaan di dalamnya. Semua itu memang ada jalannya, dan tidak luput dari proses yang selalu berkelanjutan. Semoga pelantikan presiden kita yang baru di bulan Oktober nanti bisa membawa raga Indonesia menuju pencapaian yang lebih baik. Pesta euforia telah menunggu disana…
cheers!

Kamis, 13 Agustus 2009

Misi dan Perjuangan Superman Is Dead untuk Indonesia

Superman Is Dead, begitulah mereka menamakan band yang digawangi oleh Bobby Cool (Vocal/Guitar), Eka Rock (Bass), dan Jerinx (Drum). Band punk trio asal Pulau Dewata ini mulai dikenal lewat single “Kuta Rock City” pada tahun 2003 yang banyak diputar di berbagai stasiun radio di Indonesia. Tahun ini mereka merilis album studionya yang ke-4 yang diberi judul Angels and The Outsiders. Di album ini mereka masih menunjukkan benang merah mereka dalam bermusik, tetapi lebih dewasa dari sisi penulisan lirik, tidak terlalu liar seperti di album-album sebelumnya.
Dengan sentuhan irama punk rock yang mudah dicerna telinga, mereka akhirnya semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia, meskipun tidak sebanyak band pop/melayu Indonesia lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan pemutaran dua single andalan mereka yang video klipnya cukup sering diputar di berbagai stasiun TV, Kuat Kita Bersinar dan Jika Kami Bersama. Akan tetapi, dua lagu tersebut bagi saya adalah bukan lagu yang banyak mencerminkan musik mereka sebenarnya. Penulisan lirik yang tidak bertemakan cinta, tetapi tentang persatuan dan kebersamaan dalam lagu tersebut, menjadi sesuatu yang bernilai lebih. Mereka telah membuktikan bahwa dengan bermusik, misi mereka untuk bersatu dalam perdamaian, menjadi manusia yang selalu berpikir positif, dan tetap menjadi diri sendiri, tersampaikan secara berapi-api dengan hentakan alat musik yang mereka mainkan.
Mungkin banyak diantara pendengar musik di Indonesia yang baru mendengar band sekelas Superman Is Dead, Akan tetapi, sebenarnya SID sudah mempunyai beberapa fan base yang tersebar di seluruh Indonesia, mereka menamakan diri sebagai outSIDer. Memang, SID terkesan sebagai band minoritas yang tidak begitu banyak pendengar. Mungkin banyak yang kurang suka dengan cara dandanan personil SID yang terlihat liar dan berandal. Namun, itulah mereka, itulah image mereka, dengan segenap misi dan perjuangan mereka yang tak satupun disamai oleh band manapun di Indonesia.
Di tengah-tengah gempuran band-band baru yang bermunculan, SID bisa menjadi alternatif dan panutan. Mengingat musik-musik hari ini yang cenderung memiliki aliran yang sama dan selalu bernafaskan cinta dan perselingkuhan. Hal yang terlalu monoton untuk dibicarakan. Bagaimana tidak, jika kita melihat lagu-lagu yang diciptakan oleh musisi luar negeri, banyak yang bersaing untuk menciptakan lagu sekreatif mungkin dengan tema yang begitu banyak variasinya. Tidak melulu disuguhi lagu cinta/Melayu nan menyedihkan, yang justru akan membuat pendengar mudah tenggelam dalam kesedihan. Sedangkan kita, Indonesia, yang bertahun-tahun dibenam dalam keterpurukan sudah saatnya dijejali dengan lagu-lagu yang penuh semangat. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti budaya ‘sedih’ di negeri ini akan berangsur-angsur ‘bangkit’ dari keterpurukan dengan membawa segenggam semangat membara karena pengaruh musik keras.
Memang tidak ada yang melarang bahwa setiap musisi harus mempunyai aliran musik yang sejenis dan selalu bertemakan cinta. Akan tetapi, kita juga harus ingat bahwa untuk menjadi sesuatu yang lebih baik, kita harus membuat karya yang sekreatif mungkin, yang mencerminkan ciri khas mereka, serta tidak menjiplak sama persis karya-karya yang sudah ada lebih dulu. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa musik yang nadanya mirip disebut menjiplak. Tetapi bagaimana jika itu sebuah kebetulan yang tidak sengaja, yang tahu secara persis bagaimana sebuah lagu diciptakan adalah penciptanya sendiri.
Apresiasi SID dalam bermusik dan bergaul dengan lingkungannya patut diacungi jempol. Mereka juga dikenal sebagai band yang peduli dengan lingkungan, band yang peduli dengan ancaman Global Warming. Di daerah tempat tinggal mereka, Bali, mereka lebih suka menggunakan lowrider (sepeda) untuk bepergian ke tempat-tempat yang tidak terlalu jauh dari basecamp mereka atau sekedar untuk jalan-jalan. Ini dilakukan untuk misi mereka dalam mengurangi membumbungnya kandungan polusi udara di bumi ini. Mereka juga pernah mengajak para pengunjung pantai Kuta untuk membuang sampah pada tempatnya dengan menempelkan selebaran di berbagai sudut pantai Kuta atas nama SID. Selain itu, dalam Facebook fan base mereka, SID juga sering memberikan status yang banyak mengajak penggemarnya untuk selalu peduli lingkungan, misalnya pernyataan seperti “Don’t use a plastic bag!”, "Matikan listrik sebelum bepergian", dsb.
Perjuangan mereka masih belum berakhir sampai di situ. Langkah semu yang menanti di depan sana untuk selalu berkarya dan tetap menjadi diri sendiri masih membayangi. Jumlah penggemar SID yang tidak terlalu banyak tidak boleh menyurutkan idealisme mereka dalam bermusik, justru itulah yang membuat penggemarnya mau mengidolakan SID. Dukungan yang tinggi dari outSIDer di seluruh pelosok Indonesia, maupun dunia tentu masih tetap dibutuhkan, agar suatu saat nanti bisa mengharumkan budaya Indonesia di kesempatan lain. Harapan terakhir adalah semoga banyak musisi-musisi Indonesia lainnya yang bisa mengikuti jejak gemilang Superman Is Dead.
Salam outSIDer !!! Cheers…