Rabu, 16 Desember 2009

Processor 32-Bit vs 64-Bit

Windows 7 telah diluncurkan pada tanggal 22 Oktober 2009 lalu. Versi Windows ini diharapkan dapat menjadi versi yang jauh lebih baik ketimbang versi sebelumnya, Windows Vista. Menurut Microsoft, pengembangannya akan berjalan selama 3 tahun. Namun yang menarik, semua edisinya mendukung prosessor 32-bit dan 64-bit.

Apa bedanya? Apakah Windows 7 yang dijalankan di prosesor 64-bit akan bekerja dengan lebih cepat ketimbang yang bekerja di prosesor 32-bit? Apa yang terjadi jika prosesor 64-bit diinstal dengan Windows 7 edisi 32-bit atau sebaliknya? Kebingungan tentang 32-bit dan 64-bit tidak berhenti sampai di situ. Seringkali ketika men-download suatu software, kita sering dihadapkan dengan pilihan apakah akan men-download software dalam edisi 32-bit atau software dalam edisi 64-bit.

Tentang Prosesor 32-Bit dan 64-Bit

Yang dimaksud 32-bit atau 64-bit sebenarnya mengacu pada arsitektur prosesor yang merupakan kemampuan prosesor dalam melakukan pengolahan data. Kata bit disini berarti binary digit (digit biner). Digit biner merupakan digit dasar yang dikenal oleh komputer. Digit biner hanya mengenal angka 0 dan 1 (angka dasar yag digunakan untuk memproses semua data di komputer). Istilah byte mengacu pada 8 buah digit biner.

Processor 32-bit berarti processor tersebut mempunyai pengelolaan data selebar 32 digit biner (binary digit). Sedangkan untuk processor 64-bit, pengelolaan datanya lebih lebar, yakni 64 digit biner. Hal ini berpengaruh terhadap besarnya data sebesar 32 yang dapat diolah. Karena processor 32-bit hanya punya "space" sebesar 32 untuk digitnya, maka angka yang dapat diolah adalah 2^32 atau antara 0 sampai dengan 4.294.967.295. Sedangkan untuk processor 64-bit, angka yang dapat diolah adalah 2^64 atau antara 0 sampai dengan 18.446.744.073.709.551.615. Mungkin hanya para ilmuwan yang benar-benar membutuhkan angka sebesar itu. Namun tunggu dulu! Kita tidak dapat menarik kesimpulan tentang processor 32-bit dan 64-bit hanya berdasarkan hal tersebut. Hal tersebut bukanlah satu-satunya yang membedakan antara processor 32-bit dan 64-bit. 

Pengaruh yang signifikan adalah pada register. register merupakan unit penyimpanan data terkecil dalam CPU. Register dalam sebuah processor berdiri pada tingkat tertinggi dalam hierarki memory, yang artinya kecepatan aksesnya adalah yang paling cepat (jika dibandingkan RAM, cache ataupun harddisk) walaupun kapasitasnya adalah paling kecil. Pada CPU, register terdiri dari berbagai macam, misalnya register data (digunakan untuk menyimpan bilangan bulat), register alamat (untuk menyimpan alamat memory atau mengakses alamat memory di RAM), register general purpose (dapat digunakan untuk penyimpanan angka maupun alamat memory), register floating point (digunakan untuk menyimpan bilangan pecahan), register konstanta (merupakan register read-only untuk menyimpan nilai yang pasti misalnya phi, null, true), register vektor, dan register special purpose (menyimpan data internal processor).

Salah satu kegunaan dari register adalah saat processor memerlukan untuk melakukan operasi aritmetika. Nilai-nilai yang hendak diproses akan disimpan terlebih dahulu pada register (misalnya pada register data atau register general purpose), demikian juga hasil dari operasi tersebut, akan diletakkan pada register. Register pada processor 64-bit tentunya akan menghasilkan presisi yang lebih tinggi daripada processor 32-bit, terutama untuk bilangan pecahan (sebagai perbandingan, processor pertama dari Intel adalah processor 4004 yang merupakan processor 4-bit).

Pengaruh lainnya adalah pola pengalamatan. Salah satu register untuk menunjuk pada alamat tertentu di memori adalah register alamat. Pada arsitektur 32-bit, alamat memori yang dapat ditunjuk sebesar 2^32 alamat yang unik (atau 4 GB). Hal ini menyebabkan processor 32-bit hanya dapat mengacu pada alamat memory sebesar 4 GB. Pada komputer berbasis Windows, memory sebesar 4 GB ini akan terbagi untuk penggunaan kernel dan aplikasi, masing-masing 2 GB, sehingga aplikasi hanya dapat mengakses maksimal 2GB. penambahan memory di atas 4 GB menjadi tidak berguna jika menggunakan processor 32-bit.

Untuk processor 64-bit, pengolahan memory dapat dilakukan hingga 2^64 atau 16 Eksa Byte (lebih dari 16 miliar GiB). Pada Windows 7, edisi 64-bit (dan dijalankan pada processor 64-bit) dapat mendukung hingga 128 GB RAM sehingga waktu yang diperlukan untuk input dan output menjadi lebih cepat.

Lebar data dari bus juga tergantung dari processor apakah 32-bit atau 64-bit. Secara sederhana, data bus adalah kabel yang membawa informasi keluar-masuk memory menuju processor. Data bus pada processor 64-bit, tentu dapat membawa informasi lebih banyak dibandingkan data bus pada processor 32-bit.

Sistem Operasi 32-bit atau 64-bit?

Selain Windows, beberapa versi Linux juga mendukung versi 32-bit dan 64-bit, seperti SuSE, Fedora, dan Debian. Namun menggunakan sistem operasi 64 bit tidak serta merta membuat semua aplikasi yang dijalankan menjadi lebih cepat. Hal ini dikarenakan kebanyakan software yang ada, saat ini ditulis dan dioptimasi untuk lingkungan 32-bit. Diperlukan software-software yang khusus ditulis pada lingkungan 64 bit untuk dapat benar-benar memanfaatkan keuntungan processor 64-bit. Beberapa game seperti Lost Cost, Codename:Panzers (Phase One), dan Half Life 2 telah dibuat khusus untuk memanfaatkan fitur dari processor 64-bit.

Secara umum, semua keuntungan penggunaan processor 64-bit dibandingkan dengan processor 32-bit tidak terlalu nampak pada aplikasi sehari-hari. Saat mengakses Internet, penggunaan processor 64-bit tidak meningkatkan kecepatan akses. Demikian juga menjalankan aplikasi Office di processor 64 bit, tidak akan lebih cepat dibandingkan dijalankan pada processor 32-bit. Keuntungan dari processor 64-bit akan terasa saat digunakan untuk aplikasi-aplikasi seperti CAD, video encoding, pemodelan 3D, penghitungan yang membutuhkn ketelitian angka, pencarian data pada sebuah database dengan ukuran yang besar, atau tugas-tugas lain yang memerlukan untuk menampung data dalam jumlah besar ke memory.

Demikian pula agar kita bisa mendapatkan perbedaan yang signifikan antara Windows 64-bit dengan Windows 32-bit, maka selain Windows dijalankan pada processor 64-bit software-software penunjangnya pun juga harus software 64-bit. Dengan kemampuan akses memory di atas 4 GB, processor 64-bit dapat memberikan dampak secara signifikan ketika dijalankan di PC dengan RAM lebih dari 4 GB. Jika tidak, maka kemampuannya tidak lebih dari processor 32-bit.

Pertimbangan lain sebelum beralih pada sistem operasi 64-bit adalah driver. Pada Windows 64-bit, semua driver 32-bit tidak akan dapat dijalankan sehingga untuk hardware-hardware yang usianya lebih dari 7 tahun dengan driver 32-bit, kemungkinan besar tidak dapat dijalankan pada Windows 64-bit. Termasuk aplikasi 16-bit (aplikasi pada era DOS), tidak dapat berjalan pada Windows 64-bit.
namun dengan semakin maraknya processor 64-bit dan semakin murahnya harga RAM, tren sistem operasi dan aplikasi berbasis 64-bit akan semakin tumbuh di tahun-tahun depan.


Sumber :
PC-Mild 03-16 Desember 2009

5 comments:

edo mengatakan...

dit, kalo RAM'nya pas di 4GB
enake pake 64-bit ga OS'e?

Aditya mengatakan...

@edo, klo aku boleh pilih, aq akan tetep pake yang 32-bit, karena bedanya akan jauh terlihat jika kita bandingkan dengan processor 32-bit dengan RAM yg lebih rendah...

Lesehan Nirwana Bambu mengatakan...

Kalau menurut saya, tergantung kebutuhan dan dana yang kita punyai... Bila pekerjaan kita membutuhkan proses yg cepat dan dana tidak masalah, maka 64 bit akan lebih bagus, bila pekerjaan kita belum memerlukan atau dana kita terbatas, maka 32 bit adalah pilihan tepat.....

Unknown mengatakan...

kalau arsitektur prosesor nya 64 bit, apa kita harus memakai windows yang 64 bit ?

Unknown mengatakan...

Klau RAM 4 giga... lebih baik pakek yg 64 bit.. KENAPA???! karena windows 32 bit tidak akan bsa menggunakan RAM 4 giga.. klaupun kita lihat di propertis 4 giga, tapi yg di gunakan windows 32 bit hanya 3 giga....